SIDIKJARI- Menjelang libur Lebaran, sektor pariwisata Purwakarta kembali menuai kritik. Dinas Kepemudaan, Olahraga, Pariwisata, dan Kebudayaan (Disporaparbud) Purwakarta dinilai tidak serius dalam mempersiapkan infrastruktur dan pengelolaan destinasi wisata. Persoalan klasik seperti akses jalan yang buruk, pengelolaan sampah yang tidak optimal, serta minimnya inovasi event wisata kembali mencuat.
Menurut pengamat pariwisata lokal, Mufti Aliansyah, kurangnya kesiapan ini menunjukkan bahwa dinas terkait tidak belajar dari pengalaman tahun-tahun sebelumnya.
"Setiap libur Lebaran, jumlah wisatawan meningkat drastis, tapi masalahnya selalu sama. Akses ke beberapa destinasi wisata tetap buruk, kebersihan tidak terjaga, dan tidak ada upaya nyata dari Disporaparbud untuk membuat wisata Purwakarta lebih menarik," kata Mufti, kepada awak media, Kamis 27 Maret 2025.
Akses Wisata Masih Buruk
Kondisi infrastruktur menuju destinasi wisata menjadi keluhan utama. Wisatawan yang hendak berkunjung ke Curug Cipurut, Gunung Parang, dan Gunung Bongkok harus menghadapi jalan rusak dan minimnya petunjuk arah yang jelas.
"Masa tiap tahun kita harus bicara soal jalan rusak ke tempat wisata? Seharusnya ini jadi prioritas, bukan dibiarkan begini terus," ujar Mufti.
Selain akses, fasilitas pendukung seperti tempat parkir, toilet umum, dan informasi wisata juga masih jauh dari kata memadai.
Masalah Sampah yang Tak Pernah Usai
Setiap musim liburan, tumpukan sampah di tempat wisata menjadi pemandangan yang tidak terhindarkan. Namun, hingga saat ini, Disporaparbud tidak menunjukkan langkah konkret untuk mengatasi permasalahan tersebut.
"Di Taman Air Mancur Sri Baduga, sampah berserakan setelah malam liburan. Ini bukan hal baru, tapi sepertinya dinas tidak peduli. Wisatawan datang, sampah menumpuk, terus hilang sendiri tanpa ada perubahan sistem," kata Mufti.
Minimnya tempat sampah, kurangnya petugas kebersihan, serta tidak adanya regulasi yang jelas soal pengelolaan sampah di area wisata semakin memperburuk keadaan.
Minimnya Inovasi, Purwakarta Tertinggal
Jika dibandingkan dengan daerah lain, Purwakarta masih tertinggal dalam hal inovasi wisata. Tidak ada event khusus yang dibuat untuk menarik wisatawan selama musim Lebaran.
"Lihat daerah lain, mereka punya festival dan acara budaya yang menarik wisatawan. Di Purwakarta? Tidak ada. Ini menunjukkan betapa pasifnya Disporaparbud dalam mengelola potensi wisata yang sebenarnya sangat besar," kritik Mufti.
Ia juga menyoroti kurangnya promosi digital yang efektif. Dengan potensi wisata alam dan budaya yang kuat, seharusnya Purwakarta bisa lebih dikenal secara luas, bukan sekadar menjadi tempat persinggahan singkat bagi pemudik.
Disporaparbud Dinilai Gagal Menjaga Pariwisata
Dengan berbagai masalah yang terus berulang, kinerja Disporaparbud Purwakarta patut dipertanyakan. Kritik dari berbagai pihak menegaskan bahwa dinas ini tidak memiliki langkah nyata dalam mengembangkan sektor pariwisata secara berkelanjutan.
"Kalau tidak ada perubahan, jangan kaget kalau wisatawan memilih ke daerah lain. Purwakarta punya potensi besar, tapi kalau pengelolaannya terus seperti ini, ya akhirnya hanya jalan di tempat," demikian Mufti.
Komentar0