GUYoGpApTSrlBSY5TpC8BSd8Ti==

Sunda Buhun Cikampek Belum Dilirik Pemkab Karawang

SIDIKJARI- Dikutip dari Wikipedia Buhun adalah ajaran kuno para leluhur Sunda pra-Hindu dan sudah ada jauh sebelum agama-agama dari daratan Asia masuk ke kepulauan Nusantara, sehingga ajaran Buhun yang murni tidak mengenal reinkarnasi, surga, neraka ataupun moksa, tetapi mereka mengenal tiga jenis kematian, yaitu Paéh Kasarad atau mati dengan sukma (ruh) menjadi tumbal siluman, Paéh Kakungkung atau mati tetapi sukmanya terperangkap didalam waruga (raga) dan Sukmanya tersebut akan punah seiring membusuknya Waruga atau mati dalam kepunahan, dan Paéh Sawilujeungna atau sukmanya keluar dari waruga dengan selamat menuju alam kahyangan yang dipercaya sebagai alam keabadian.

Ajaran Buhun murni atau biasa disebut Kepercayaan Jati Buhun, memiliki ajaran yang terdiri dari Pikukuh-pikukuh atau ketetapan-ketetapan yang disampaikan secara turun-temurun dari generasi ke generasi berikutnya.

Salah satu paguyuban Sunda Buhun yang masih aktif adalah paguyuban Sunda Buhun pimpinan sodara sobrot yang berlokasi di Cikampek. Namun Paguyuban Sunda Buhun di Cikampek yang hingga kini masih melestarikan tradisi leluhur merasa bahwa pemerintah daerah belum memberikan perhatian yang cukup terhadap upaya pelestarian budaya lokal. Padahal, budaya Sunda Buhun bukan hanya merupakan identitas Karawang, tetapi juga bagian dari kekayaan budaya Indonesia.

“Kami sangat berharap agar budaya Sunda Buhun mendapat perhatian lebih dari pemerintah daerah. Khusus nya Pemda Karawang. Dengan melestarikan budaya leluhur kita dapat memperkenalkan budaya asli Sunda kepada generasi sekarang di tengah gempuran budaya barat yang sangat bertentangan dengan budaya leluhur kita" ucap sobrot.

"Melestarikan budaya adalah hal yang sangat penting dalam hidup bermasyarakat, kalau bukan kita yang melestarikan siapa lagi?" Pungkasnya.(Ctr)

Komentar0

Type above and press Enter to search.