SIDIKJARI - Fenomena meningkatnya jumlah pengamen jalanan, anak-anak jalanan, dan pengemis di sejumlah titik lampu merah di Kabupaten Purwakarta semakin menjadi perhatian masyarakat.
Keberadaan mereka di persimpangan jalan tidak hanya menimbulkan kesan semrawut, tetapi juga menimbulkan potensi risiko bagi keselamatan pengguna jalan.
Salah satu pengguna jalan yang memilih untuk tidak menyebutkan namanya mengungkapkan keluhannya kepada awak media. Ia menyatakan, Terkadang keberadaan mereka para pengamen dan pengemis kebanyakan anak di bawah umur yang akhir-akhir ini ramai sekali di lampu merah sangat mengganggu pengguna jalan.
" terkadang pas lampu sudah hijau mereka masih ada di tengah jalan, ya kita khawatir kalau terjadi kecelakaan,"ungkapnya,Selasa, (19/11/2024).
Dalam beberapa bulan terakhir, titik lampu merah di kabupaten ini, terutama di area Sadang dan Cikopo , telah menjadi pusat aktivitas para pengamen dan pengemis.
Mereka berusaha mencari rezeki dengan meminta sumbangan dari para pengguna jalan yang berhenti.
Meskipun aktivitas tersebut merupakan cara mereka untuk bertahan hidup, banyak pengguna jalan merasa terganggu dan cemas akan keselamatan mereka sendiri.
"Hal ini berpotensi menimbulkan kecelakaan lalu lintas, baik bagi pengendara maupun bagi mereka yang melakukan aktivitas di jalan,"tambahnya.
Masyarakat berharap agar Pemkab Purwakarta dalam hal ini Satpol PP segera mengambil langkah-langkah efektif untuk melakukan penertiban terhadap fenomena ini.
"Kami minta satpol PP untuk segera melakukan penertiban,"pungkasnya.
Komentar0