SIDIKJARI-DPC Pospera (Posko Perjuangan Rakyat) Kabupaten Purwakarta menyoroti dengan serius kinerja keuangan Lembaga Keuangan Mikro Mekar Asih, salah satu Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) pemerintah daerah Kabupaten Purwakarta.
Lembaga Keuangan Mikro Mekar Asih dalam neraca keuangannya mengalami kerugian lebih dari 600 juta pada tahun 2023, BUMD yang tidak begitu familiar ini mengelola pinjaman pinjaman kecil.
Irfan,direktur LKM itu menerangkan kepada Pospera, kalau kerugian yang di alami perusahaannya karena ada peraturan dari OJK,kerugian yang di alaminya karena ratusan nasabah nya mengalami gulung tikar di saat pandemi covid 19 kemaren.
Pinjaman nasabah di LKM Mekar Asih bervariasi dari yang terkecil 1.5 juta dan yang terbesar 10 juta,dari total nasabah yang ada di LKM Mekar Asih belum terungkap berapa bagi hasil keuntungan kepada Pemda Purwakarta di tahun tahun sebelum adanya kerugian.
Ketua DPC Pospera, Sutisna Sonjaya menegaskan bahwa jika kemacetan yang terjadi saat ini covid-19 yang menjadi penyebab utama kerugian, maka seharusnya kerugian tersebut sudah nampak sejak tahun-tahun sebelumnya ketika pandemi terjadi.
"Ini Menjadi pertanyaan besar kenapa LKM Mekar Asih mengalami kerugian yang begitu besar di tahun 2023, jika direkturnya beralasan kemacetan itu karena dampak dari covid 19 seharusnya kerugian terjadi di tahun tahun sebelumnya,"ungkap Tisna , Jumat, (15/12/2024).
Jika mereka tidak mampu mengantisipasi dan beradaptasi dengan situasi yang ada, maka ini menunjukkan adanya masalah dalam pengelolaan lembaga tersebut.
"Di harapkan kabag ekonomi sebagai pembina BUMD bisa lebih memperhatikan LKM ini dalam laporan keuangannya,jangan sampai terjadi lagi kerugian yang begitu besar pada tahun sekarang,"tegasnya.
Komentar0